Salam :)
Membuat postingan di blog lagi ni setelah pertemuan ketiga..
Merangkai resume hasil pertemuan ketiga di kampus, gak terlalu sulit kok..
Seingat saya materi pembahasannya masih sama dengan ibu Bayu retno tetapi lebih diperdalam, thx pa :)
Sebagai seseorang yang pernah beberapa kali mengikuti proses rekrutmen dan seleksi karyawan, penyampaian materi dengan judul tersebut tentu sangat menarik. Selain menambah pengetahuan, saya dapat lebih memahami prosedur tentunya.
Sebelum membahas terlalu jauh, ada baiknya saya kutip dulu pengertian dari rekrutmen dan seleksi itu sendiri. Menurut Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Sedangkan, seleksi itu sendiri adalah proses penentuan, pemilihan dan penetapan orang orang
tertentu yang akan diterima sebagai tenaga baru/ pegawai setelah
terlebih dahulu diadakan proses rekrutmen.
Pada dasarnya proses rekrutmen dan seleksi bertujuan agar mendapatkan calon karyawan sebanyak mungkin
sehingga memungkinkan pihak manajemen (recruiter) untuk memilih atau
menyeleksi calon sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh sekolah.
Semakin banyak calon yang berhasil dikumpulkan maka akan semakin baik
karena kemungkinan untuk mendapatkan calon terbaik akan semakin besar.
Proses rekrutmen dan seleksi dilakukan oleh pihak perusahaan demi mendapatkan karyawan terbaik yang akan bekerja sama dengan perusahaan kelak,
Berdasarkan hasil kutipan saya berikut beberapa paradigma yang bisa dijadikan
pedoman dalam melakukan rekrutmen dan seleksi dalam kaitannya dengan
tindakan kerja :
a. Human Thingking
Adalah paradigma yang hanya memahami pelamar hanya dari dimensi berfikir saja sehingga dalam proses mencari dan menentukan pilihan hanya dan murni berlandaskan pada sejauh mana kemampuan analisa, menyimpulkan, dan kreativitas alternatif- alternatif untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sehingga hubungannya hanya dipandang dari relasi berfikir saja.
b. Human Working
Adalah cara pandang yang hanya memahami calon pelamar dari dimensi kerjanya saja. Cara pandang ini melihat dam memahami manusia hanya dari kesiapan mentalnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu secara konkrit segala hal yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnnya oleh sekolah, tidak mesti pintar yang penting kuat untuk bekerja.
b. Human Original
Cara pandang seperti ini dalam proses rekrutmen dan seleksi hanya akan mencari dan memilih orang yang belum berpengalaman sama sekali, tidak mesti pintar yang penting bisa dibina, diarahkan dan dibentuk melalui upgreding SDM sekolah.
a. Human Thingking
Adalah paradigma yang hanya memahami pelamar hanya dari dimensi berfikir saja sehingga dalam proses mencari dan menentukan pilihan hanya dan murni berlandaskan pada sejauh mana kemampuan analisa, menyimpulkan, dan kreativitas alternatif- alternatif untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sehingga hubungannya hanya dipandang dari relasi berfikir saja.
b. Human Working
Adalah cara pandang yang hanya memahami calon pelamar dari dimensi kerjanya saja. Cara pandang ini melihat dam memahami manusia hanya dari kesiapan mentalnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu secara konkrit segala hal yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnnya oleh sekolah, tidak mesti pintar yang penting kuat untuk bekerja.
b. Human Original
Cara pandang seperti ini dalam proses rekrutmen dan seleksi hanya akan mencari dan memilih orang yang belum berpengalaman sama sekali, tidak mesti pintar yang penting bisa dibina, diarahkan dan dibentuk melalui upgreding SDM sekolah.
Sekian postingan materi kali ini pak, insya Allah menyambung lagi di postingan ke empat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar